Call: 0123456789 | Email: info@example.com

Author: theblue


Dikenal sebagai Negara dengan produksi film yang paling besar di dunia siapa sangka bahwa di tahun 2017 kemarin adalah masa-masa sulit dalam dunia perfilman Bollywood. Banyak film yang diprediksi bakal menjadi box office tetapi faktanya malah ratingnya jeblok, sementara film dengan biaya produksi rendah justru disukai masyarakat. Nah, bagi Anda penggemar film India Anda dapat bersiap-siap menyaksikan film-film yang siap rilis berikut ini.

 

Deretan film Bollywood terbaik di 2018

Inilah daftar film Bollywood terbaik di tahun ini yang dapat menjadi referensi Anda.

 

Padmavati

Film ini cukup controversial dengan protes dari beberapa pihak, tetapi toh akhirnya jadwal perilisannya dipublikasikan juga. Padmavati mengisahkan tentang kehidupan ratu Hindu paling terkenal Rani Padmini serta Sultan Alauddin Khiji. Pemerannya adalah Deepika Padukone dan Ranveer Singh. Padmavati siap menjadi tontonan Anda pada 9 Februari 2018 mendatang.

 

Pari

Film  yang produksinya sempat dihentikan sementara karena ada seorang kru yang tewas dalam kecelakaan kerja ini akhirnya dirilis pada 9 Februari 2018. Film ini mengisahkan tentang sepasang pengantin baru dengan kehidupan yang diliputi misteri.  Anda dapat menyaksikan acting natural pemeran Togel online utamanya, Anushka Sharma dan Parambrata Chatterjee pada film ini.

 

Raid

Film Raid adalah kisah nyata tentang penggerebekan pajak penghasilan dari tokoh yang populer di Negara tersebut. Setting film ini adalah di Uttar Pradesh pada sekitar tahun 1980-an. Pada film ini Ajay Devgan berperan sebagai Petugas Pajak tersebut. Anda dapat menyaksikan Raid pada 16 Maret 2018.

 

Raazi

Film ini berlatar belakang perang yang terjadi pada tahun 1971. Kisah ini dimulai dengan pernikahan seorang gadis Kashmir (Alia Bhatt) dengan perwira militer (Vicky Kaushal)  pada seberang perbatasan. Film ini diadaptasi dari sebuah novel karya Harinder Sikka dengan judul Calling Sehmat, yaitu tentang seorang mata-mata yang beraksi selama perang antara India dan Pakistan. Film thriller ini akan dirilis pada 11 Mei 2018.

 

Sanju

Sanju adalah film biografi yang mengangkat kehidupan Sanjay Dutt, seorang actor legendaries Bollywood. Berperan sebagai Sanjay Dutt adalah Ranbir Kapoor. Sanju dapat mulai ditonton pada 30 Maret 2018.

 

October

Film  October yang bergenre drama ini mengangkat tentang kisah percintaan tokoh utama. Jangan lewakan penayangan film yang dibintangi oleh Banita Sandhu ini pada 13 april 2018 mendatang.

 

Baaghi 2

Film laga ini  merupakan sekuel dari film perdananya yang cukup populer di tahun 2016 lalu. Dalam film  ini, Tiger Shroff sang tokoh utama banyak memperlihatkan adegan romantis dengan lawan mainnya, Disha Patani yang juga dikabarkan berkencan dengannya. Jangan lewatkan tanggal perilisannya pada 27 April 2018.

 

Manikarnika: The Queen of Jhansi

Film biografi ini mengangkat kehidupan aktris Rani Laxmi Bai dari Jhansi dengan diperankan oleh Kangana Ranaut.  Selain itu pada film ini Anda juga dapat menyaksikan suasana pada masa pemberontakan India di tahun1800-an. Film biografi ini akan dirilis pada 27 april 2018.

 

Veere Di Wedding

Film besutan sutradara Shashanka Ghosh ini bergenre komedi dan mengisahkan tentang persahabatan antara 4 wanita sekaligus perjalanan mereka dalam menemukan jati diri. Film adaptasi drama Hollywood The Sisterhood of the Traveling Pants ini diperankan oleh aktris-aktris populer Bollywood yaitu Kareena Kapoor, Sonam Kapoor, Swara Bhaskar dan Shikha Talsania. Jadwal perilisannya adalah 18 Mei 2018.

 

2.0

Film bergenre fiksi ilmiah ternyata juga cukup diterima oleh publik penggemar film di India. Inilah sebabnya 2.0 cukup dinanti perilisannya di tahun ini. Actor Akshay Kumar akan menjadi tokoh antagonis dengan penampakan yang menyeramkan. Nantikan perilisannya pada 25 januari 2018.

 


Screen Gems menebarkan horor lewat trailer perdana film SLENDER MAN yang dirilis pada hari Rabu (3/1) kemarin. Film ini diangkat dari kisah viral di internet yang kemudian menjadi sebuah legenda horor. Pada tahun 2009, seorang pengguna internet bernama Eric Knudsen di forum Something Awful menceritakan mengenai sosok fiksi supernatural bernama Slender Man yang gemar mengintai, menculik dan menghantui para korban yang mayoritas anak kecil.

 

Memiliki penampakan sosok manusia yang kurus, tinggi dan tidak berwajah, Slender Man jelas sangat mengerikan. Dan dalam SLENDER MAN, hantu yang satu ini diperankan oleh Javier Botet. Lewat trailer berdurasi 2,5 menit itu, adegan dibuka dengan suara seseorang yang mencari keberadaan putrinya. Lalu adegan berganti dengan para petugas polisi yang tengah mencari Hallie (Julia Goldani Telles) yang hilang di hutan belantara. Kilasan berganti dengan Hallie yang begitu ketakutan dan dihantui sosok Slender Man.

 

Apa yang diungkapkan lewat trailer itu memang menggambarkan betapa misteriusnya sosok Slender Man. Kisahnya sendiri mengenai empat siswi SMA yang melakukan ritual demi memanggil Slender Man di sebuah kota kecil di negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat. Film sinidomino yang diarahkan oleh Sylvain White dan naskahnya ditulis oleh David Birke ini juga diperkuat oleh Jaz Sinclair (Chloe), Joey King (Wren), Annalise Basso (Piper) dan Talitha Bateman (Zoey).

 

Sosok Slender Man Ada di Dunia Nyata?

Kendati Slender Man adalah tokoh fiksi, pada tahun 2014 lalu sempat menimbulkan kegegeran. Di mana dua bocah perempuan asal Wisconsin, Amerika Serikat tega menusuk teman mereka hanya demi supaya menjadi anak buah Slender Man. Tak berhenti di situ, pada awal tahun 2015, warga Cannock Chase di daerah Staffordshire di Inggris sana mendadak digegerkan dengan penampakan makhluk misterius yang sangat mirip dengan Slender Man.

 

Dalam foto-foto yang diambil oleh warga setempat, Slender Man memperlihatkan dirinya bukan hanya di hutan tapi hingga di sekitar rumah warga. Bahkan beberapa orang bersaksi jika si Slender Man berpenampilan seperti sosok kurus dengan mata semerah darah yang mengenakan busana era Victoria. Kawasan Cannock Chase memang diyakini sebagai tempat munculnya banyak kejadian tak kasat mata.

 

Konon katanya, kisah Slender Man memang sudah menjadi mitos berabad-abad lamanya di banyak belahan Bumi ini. Sebut saja di Skotlandia, Slender Man biasanya dijuluki dengan Fear Dubh. Atau di Belanda dikenal dengan nama Takkenmann dan publik Jerman mengenalnya sebagai Der Grosse Man.

 

Tahun 2018 Ada Lima Horor Hollywood Yang Dinanti

Tak hanya di Indonesia, Hollywood rupanya juga begitu gemar merilis film horor. Bahkan sedikitnya di tahun 2018 ini ada lima film horor yang siap-siap untuk dirilis dan menebarkan teror. Dibuka oleh INSIDIOUS: THE LAST KEY yang rilis pada 5 Januari, geliat film horor Hollywood dilanjutkan oleh WINCHESTER pada 2 Februari. WINCHESTER sendiri diangkat dari kisah nyata kehidupan seorang perempuan yang sudah meninggal dunia pada 1922.

 

Hantu-hantuan kembali berlanjut lewat STRANGERS: PREY AT NIGHT pada 9 Maret. Seperti judulnya, film ini kabarnya merupakan sekuel dari STRANGERS (2008) yang memiliki alur cerita berbeda. Kemudian 18 Mei 2018 giliran SLENDER MAN yang menebarkan teror. Dan salah satu film horor yang sangat dinantikan adalah THE NUN. Film yang bakal mengisahkan sosok hantu Valak dalam dunia Conjuring ini siap tayang pada 13 Juli.


Berakhir di posisi ketiga dalam daftar klasemen akhir Liga 1 Indonesia musim 2017, memang bukan hasil yang mengecewakan. Tak heran kalau akhirnya PSM Makassar mematok hasil juara untuk Liga 1 musim 2018. Di sela-sela penantian kompetisi bergulir, klub yang dilatih Robert Alberts itu bahkan sudah tancap gas untuk menetapkan skuad terbaik mereka. Klub berjuluk Juku Eja itu kabarnya sudah mengikat kontrak 10 pemain. Para pemain yang dikontrak langsung menjalani tes kesehatan togel hongkong selama tiga hari mulai Selasa (2/1) hingga Kamis (4/1).

 

Lewat kontrak bertahap ini, media officer PSM yakni Andi Widya Syadzwina alias Wina menyebutkan kalau prosesnya terjadi langsung antara pemain dengan Munafri Arifuddin selaku CEO PT PSM. Dan untuk penandatangan kontrak khusus para pemain yang sudah ada di Makassar, dilakukan di Sekretariat PSM, stadion Andi Matalatta hari Selasa (2/1) sore kemarin, seperti dilansir Indosport.

 

Ada 10 pemain yang telah resmi berseragam PSM yaitu Rasyid Bakri, Titus Bonai, Reva Adi Utama, Hilmansyah, M. Rahmat, Hendra Wijaya, Syaiful, dan Wasyiat Hasbullah. Sementara itu dua pemain baru yang digaet PSM adalah Hasyim Kipuw dari Bali United dan pemain muda asal Madura United, Saldi. Baik Hasyim dan Saldi sama-sama dikontrak setahun oleh PSM.

 

Ferdinand Sinaga Pilih Tinggalkan PSM

 

Ada yang bertahan, ada pemain baru, ada pula yang pergi meninggalkan PSM. Salah satu pemain inti yang harus direlakan oleh PSM adalah Ferdinand Sinaga. Ayah satu anak berusia 29 tahun ini kabarnya siap hijrah ke salah satu klub di Malaysia. Disebutkan kalau mantan pemain Timnas Indonesia itu akan bergabung ke Kelantan FA.

 

Informasi menjelaskan kalau Ferdinand sudah memastikan diri 99% tak akan berseragam PSM musim ini. Disinggung mengenai kepergian Ferdinand, Wina mengaku belum tahu lebih jelas. Wina hanya menegaskan kalau hari Rabu (3/1) ini, PSM akan memperkenalkan skuad resmi mereka di hotel Aryaduta, Makassar.

 

Meskipun demikian, Ferdinand memang hingga berita ini dilansir belum melakukan penandatanganan kontrak dengan PSM Makassar sehingga tanda-tanda bahwa pemain kelahiran Bengkulu ini bergabung ke PSM semakin lemah. Sekedar informasi, selama bergabung dengan PSM di musim 2017, Ferdinand berhasil mencetak 12 gol dan 3 assist di tengah hukuman dilarang main dalam beberapa laga karena ulahnya memukul pemain Persela Lamongan, Ivan Carlos pada bulan April 2017.

 

Jelang Latihan Pertama, Dua Pemain Asing PSM ‘Kabur’

 

Segera setelah pengumuman skuad mereka untuk Liga 1 Indonesia musim 2018, PSM langsung memulai latihan perdana mereka. Dijadwalkan jika Robert akan mengajak seluruh anak asuhnya mengikuti pemusatan latihan (TC) di Bali selama 10 hari mulai Jumat (5/1) ini. Hanya saja jelang latihan resmi perdana itu, dua pemain asing PSM yakni Marc Anthony Klok dan William Jan Pluim malah tidak ada di Makassar. Klok diperpanjang kontraknya hingga 2019 dan Pluim sampai 2021.

 

Rupanya Klok dan Pluim memang memilih menghabiskan pekan liburan Natal dan Tahun Baru di Belanda. Mereka berdua diketahui tengah dalam perjalanan udara menuju Makassar untuk bergabung dengan para pemain PSM lainnya. PSM sendiri memang patut memulai TC lebih awal karena akan mengikuti turnamen pra musim, PSM Makassar Sup Cup Asia 2018. Nantinya PSM bakal bertanding dengan tiga tim dari Asia yaitu Adelaide United (Australia), Negeri Sembilan FA (Malaysia) dan Home United (Singapura) pada 19-21 Januari 2018.


2018 disambut sebagai tahun panas politik di beberapa daerah Indonesia. Salah satu yang paling disorot adalah Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar) 2018. Sudah ada banyak tokoh yang dipastikan diusung oleh partai politik (parpol) besar, salah satunya adalah Koalisi Sejajar milik partai Golkar dan Demokrat.

 

Kedua parpol besar ini sepakat mengusung bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Duo DM yaitu Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar. Hanya saja hingga Jumat (29/12) kemarin, Koalisi Sejajar belum bisa menentukan siapa yang akan berada dalam posisi Cagub atau Cawagub karena sedang dalam tahap negosiasi parpol. Sekedar informasi, Dedi Mulyadi adalah ketua parpol dengan elektabiitas tertinggi ketiga di Jabar sementara Deddy Mizwar adalah Wagub Jabar saat ini yang memiliki tingkat elektabilitas tertinggi kedua setelah Walikota Bandung, Ridwan Kamil, seperti dilansir Kompas.

 

Sementara itu meskipun Deddy Mizwar yang merupakan kader Demokrat sudah pasti diusung Koalisi Sejajar, PAN rupanya masih mendamba bisa mengusung produser sekaligus aktor senior itu sebagai Cagub pilihannya di Pilgub Jabar 2018. Bahkan Wakil Ketua Umum (Waketum) Ahmad Hanafi Rais masih ingin kader PAN bisa mendampingi Deddy Mizwar. Tak main-main, Hanafi menyebut nama aktris senior Desy Ratnasari yang kini menjadi anggota DPR RI 2014-2019 sebagai Cawagub pendamping Deddy Mizwar.

 

PAN Masih Galau Usung Sudrajat-Syaikhu

 

Seperti Hanafi, Ketum PAN Zulkifli Hasan secara jujur masih jatuh hati pada Deddy Mizwar. Ungkapan dua petinggi PAN ini terdengar cukup menarik karena sejauh ini PAN masuk dalam poros parpol bersama Gerindra dan PKS untuk sepakat menjalin koalisi di enam Pilkada 2018 termasuk Pilgub Jabar. Dan untuk Pilgub Jabar, Presiden PKS yakni Sohibul Imam mengklaim jika ketiga parpol sepakat mengusung Mayjen (purn) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu.

 

Atas klaim Sohibul, Hanafi menyebutkan jika PAN akan memutuskan sikapnya pada awal Januari 2018. Seperti Hanafi, Zulkifli juga memilih untuk menanyakan kepada para tokoh masyarakat Jabar mengenai Sudrajat-Syaikhu. Dalam kesempatan yang sama, Zulkifli juga menyebutkan bahwa PAN sebetulnya mendukung Deddy Mizwar tanpa syarat.

 

“Saya nggak perlu syarat betul-betul, nggak minta wakil, nggak minta apa-apa. Saya justru minta waktunya satu hari saja dalam seminggu untuk keliling se-Jawa Barat bersama saya. Sudah, itu saja. Dan setelah diskusi panjang, ada masalah antara Deddy Mizwar dengan Gerindra dan PKS jadi kami menarik keputusan untuk mendukung beliau,” papar Zulkifli panjang lebar.

 

PKS Ungkap Alasan Tinggalkan Koalisi Golkar-Dem0krat

 

Jika PAN masih cukup galau untuk meninggalkan Deddy Mizwar, sikap berbeda justru diperlihatkan oleh PKS. Sebetulnya PKS bahkan begitu dekat dengan Demokrat dalam mendukung Deddy Mizwar sebelum akhirnya mantap memilih Sudrajat-Syaikhu. Atas perubahan sikap PKS, Wakil Ketua Dewan Syuro PKS yakni Hidayat Nur Wahid membenarkan jika adanya dinamika politik yang membuat dukungan PKS berubah. Hal ini dipicu oleh kontrak politik dari Demokrat yang tak mungkin diikuti oleh PKS. Kontrak itu sendiri mengenai kewajiban Deddy Mizwar untuk mendukung calon Presiden (capres) yang diajukan Demokrat dalam Pilpres 2019.

 

“Kriteria ini kami belum pernah diajak bicara karena PKS belum bicara capresnya siapa. Jadi kalau kemudian menjadi seolah-olah kami harus terikat dengan capres dan kami juga belum tahu siapa dia, itu kan jadi permasalahan lainnya. PKS tak ingin memberikan dukungan sembarangan terhadap calon yang belum jelas akan memimpin Indonesia di tahun berikutnya,” papar Hidayat.